Warung Online
Showing posts with label Tips mendapatkan Karir Impian. Show all posts
Showing posts with label Tips mendapatkan Karir Impian. Show all posts

Anda Sulit Dapat Kerja? Kenali & Atasi Dulu Poin-poin Berikut Ini

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/anda-sulit-dapat-kerja-kenali-atasi.html

"Kenapa sih sampai sekarang ini saya belum mendapatkan pekerjaan?" 

Pertanyaan tersebut mungkin selalu ada di benak para pencari kerja baik yang baru lulus atau sudah lama menganggur. Anda mungkin sudah memiliki kualifikasi yang tepat dengan karyawan yang sedang dicari, tapi mengapa belum juga mendapat panggilan tes atau wawancara kerja? Hal tersebut bisa terjadi karena kesalahpahaman atau kekurangan informasi antara si pelamar maupun tempat kerja yang membutuhkan.

Banyak syarat-syarat tak tertulis dalam melamar kerja yang perlu diketahui terlebih dulu sebelum mulai mengirimkan surat lamaran. Berdasarkan lansiran dari About, berikut beberapa hal yang membuat Anda sulit mendapatkan pekerjaan dan bagaimana cara mengatasinya.

1. Cari Tahu Informasi Perusahaan
 
Seringkali orang melamar pekerjaan ke suatu perusahaan yang ternyata belum membuka lowongan, meskipun ada beberapa yang tetap mengambil dan menyimpan aplikasi yang dikirimkan. Namun, alangkah baiknya jika sebelum Anda melamar ke perusahaan tersebut, ketahui terlebih dahulu apakah perusahaan itu sedang membuka lowongan atau tidak. Dengan begitu, peluang surat lamaran Anda akan dibaca oleh HRD lebih besar.

2. Mendeskripsikan Diri dengan Baik
 
Sebagian orang kerap tidak dapat menjelaskan tentang dirinya sendiri dengan baik saat wawancara kerja secara langsung,tatap muka maupun via telepon. Maka sebaiknya Anda menjelaskan tentang diri sendiri dengan baik melalui surat lamaran yang akan dikirimkan. Hal tersebut untuk mendapatkan kesan pertama yang baik.

Jika memang perusahaan melakukan wawancara kerja melalui via telepon, pastikan Anda menggunakan etika berbicara melalui telepon dengan baik. Berbicaralah dengan jelas dan benar, usahakan jauh dari segala kebisingan yang ada di sekitar Anda. Apabila pewawancara tidak dapat mendapatkan perhatian penuh dari Anda, maka dia akan mengira Anda orang yang tidak bisa fokus. Sebelum melakukan tes tertulis atau wawancara, ada baiknya jika Anda mencari tahu terlebih dahulu informasi mengenai bagaimana cara penilaiannya, kemudian berapa lama waktu yang dibutuhkan dan seperti apa kira-kira pertanyaan yang akan diberikan.

3. Melamar Pekerjaan Sesuai Kemampuan
 
Tak sedikit orang melamar pekerjaan yang tidak sesuai dengan kemampuan atau bidangnya. Jika Anda termasuk orang yang demikian, sebaiknya hindari untuk melamar ke perusahaan dan meminta posisi kerja yang sudah jelas tidak Anda kuasai. Hal tersebut hanya akan membuang-buang waktu. Prioritaskan untuk melamar ke perusahaan yang cocok dengan kemampuan Anda dan bidang yang dikuasai.

4. Perlunya Keterampilan yang Beda
 
Keterampilan yang baru dan berbeda umumnya diperlukan di beberapa perusahaan sebagai nilai tambahan. Anda juga mungkin perlu keterampilan kerja yang lebih relevan untuk perusahaan tersebut. Pastikan juga pendidikan dan pengalaman Anda dalam menggunakan komputer dan sebagainya tersorot pada aplikasi Anda. Sehingga bisa menjadi pertimbangan oleh perusahaan yang dilamar.

5. Periksa Ulang
 
Sebelum mengirimkan CV dan surat lamaran, periksa terlebih dulu resume Anda dan jangan sampai ada yang salah tulis. Jika melamar pekerjaan melalui email atau situs lowongan kerja, Anda juga perlu periksa ulang data-data Anda di dalamnya. Jangan lupa terus mencari sumber baru untuk lowongan pekerjaan.

Semoga bermanfaat & salam sukses untuk rekan-rekan sekalian.

Tim LoKerNesia.

Hal-hal Inilah yang Akan Menjadi Pertimbangan Perusahaan ketika Anda Melamar Kerja

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/hal-hal-inilah-yang-akan-menjadi.html

Penilaian para manajer personalia (HRD) di suatu perusahaan terhadap calon karyawan dimulai ketika mereka membaca aplikasi kerja Anda.

Miriam Schulman , wakil direktur Pusat Studi Etika di Santa Clara University menyatakan, pengalamannya membantu perekrutan staf, pekerja, dan karyawan magang selama bertahun-tahun menunjukkan, etika para pelamar sangat berpengaruh pada keputusan mereka akan mendapat kerja atau tidak. Lantas bagaimana Miriam mengetahui bagaimana etika seseorang hanya dengan membaca resume atau mewawancarainya? Miriam pun memaparkan beberapa kualitas yang dia, dan kebanyakan manajer personalia, cari dari kandidat karyawan.

Rasa hormat

Tiap generasi sering kali memiliki pemahaman yang berbeda pula tentang rasa hormat. Tetapi, karena aplikasi kerjamu akan dibaca oleh orang-orang yang kebanyakan lebih tua darimu, akan lebih baik jika Anda menggunakan standar sesuai kelompok usia mereka. Misalnya dengan menggunakan sapaan formal dalam surat lamaran kerja Anda seperti " Yth. Ibu A."

Miriam juga mengingatkan agar Anda memerhatikan ejaan dan tata bahasa dalam surat lamaranmu. Pastikan tidak ada kesalahan. Selain itu, hormati juga prosedur yang sudah ditetapkan perusahaan dalam memproses sebuah aplikasi. Jika sebuah lowongan kerja memintamu mengirim berkas lamaran via email, lakukan itu.

"Beberapa mahasiswa percaya bahwa datang tiba-tiba dengan membawa resume akan menunjukkan mereka memiliki inisiatif. Saya memang tidak bisa mewakili semua manajer personalia, tetapi bagi saya, hal ini justru menunjukkan kurangnya perhatian," kata Miriam, seperti disitat dari USA Today College, Minggu (20/5/2012).

Tunjukkan juga rasa hormat Anda dengan tidak melamar pekerjaan yang tidak sesuai kualifikasimu.

Tanggung jawab

Jika sebuah perusahaan memanggil Anda untuk wawancara kerja, tunjukkan tanggung jawabmu dengan datang tepat waktu. Lengkapi dirimu juga dengan pengetahuan tentang perusahaan tersebut.

Kejujuran

Jangan berbohong dengan resume Anda. Jika Anda kedapatan berbohong, maka Anda bisa jadi tidak hanya didiskualifikasi, tetapi juga di black list oleh sebuah perusahaan.

Menurut Miriam, jika Anda berbohong, pihak perusahaan mungkin tidak akan dengan seketika menemukan kebohongan tersebut. Tetapi, suatu saat di perjalanan karier Anda, kebohongan ini akan terkuak dan berimbas kembali pada Anda.

Miriam menyatakan, perusahaan tidak hanya mencari calon karyawan dengan kemampuan yang baik untuk melakukan sebuah pekerjaan, tetapi juga integritas. Perusahaan, imbuhnya, mencari seseorang yang jujur.

"Tunjukkan pada kami dengan menulis surat lamaran dan resumemu secara jujur, dan pada saat wawancara kerja dengan menunjukkan bahwa Anda adalah pribadi beretika," imbuhnya.

Semoga bermanfaat & salam sukses untuk rekan-rekan sekalian.

Tim LoKerNesia




Selidiki Dahulu 3 Hal Berikut Ini dalam Budaya Perusahaan Sebelum Memilih Pekerjaan Anda

http://jobsinpt.blogspot.com/2012/05/selidiki-dahulu-3-hal-berikut-ini-dalam.html

Sejumlah godaan untuk pindah kerja mungkin Anda temui hampir tiap waktu, apalagi daya tarik perusahaan lain kini makin mudah terlihat dari exposure media dan sosial media di sekeliling kita. Faktor dari luar kantor seperti salary yang menggiurkan, promosi yang menjanjikan menjadi salah satu alasan kita untuk segera mencari tempat kerja yang tepat, namun bagaimana bila rangsangannya itu datang langsung ke kita?

Beberapa perusahaan tak jarang merekrut pegawainya secara terang-terangan dengan membidik langsung targetnya, biasanya sebelumnya perusahaan memantau kandidat dari profil social network seperti LinkedIn atau Facebook.

Seperti dituangkan di HBR (Harvard Business Review) Blog Network di kolom Bill Barnett, saat Anda menerima tawaran pekerjaan di tempat lain, sebaiknya hal pertama yang Anda lakukan adalah menyelidiki budaya perusahaan itu sebelum Anda menerima posisi pekerjaannya.

Barnett menceritakan langkah yang dilakukan Sean (nama samaran) yang baru-baru ini mengalami hal serupa, ia dikejar sebuah perusahaan Fortune 500 untuk menjadi CAO (Chief Administrative Officer) pertama di perusahaan itu. Sean lolos kualifikasi karena kemampuannya yang baik dan berhasil bersaing dengan kandidat yang lain. Namun tidak buru-buru, setelah peluang itu datang, Sean memutuskan untuk mengunjungi kembali perusahaan itu sebelum ia membuat keputusan. Berdasarkan pengalamannya bekerja, budaya perusahaan merupakan hal yang signifikan untuk dicari tahu, karena nantinya akan menjadi lingkungan sehari-hari kita saat bekerja. Proses pra-kerja itu dimanfaatkan Sean untuk mengenal apakah perusahaan itu mempunyai budaya yang dicari Sean. 

Lalu apa keputusan Sean akhirnya? Ia menolak pekerjaan itu, menurutnya berdasarkan pantauannya Sean khawatir posisi CAO yang pertama kali ia emban akan memakan waktu lama dalam hal bersosialisasi dengan karyawan. Darimana hal itu ia ketahui? Sean menanyakan beberapa pertanyaan kepada karyawan, di antaranya, Apa yang membuat Anda excited dalam bekerja? Hal apa yang membuat Anda bangga? Siapa teman dekat Anda di kantor? Dan bagaimana fungsi kelompok kerja selama ini? Dari sana, Sean mempelajari bahwa perusahaan itu terbiasa menjadikan atasan sebagai “pahlawan”, dan sebagai CAO pertama, lingkungan akan memandang hasilnya berdasarkan bottom-line komitmen saja. Untuk itu, Sean tidak yakin dirinya akan benar-benar diterima di perusahaan itu, jika prasangka itu salah, menurutnya buat apa ia mengambil resiko?

Ketidakcocokan budaya kerja ini seharusnya menjadi tolak ukur karyawan saat ingin bekerja di tempat yang baru, sayangnya hal ini kadang luput saat tawaran fasilitas atau reward dijanjikan perekrut secara gamblang kepada kandidat.

Sebelum memutuskan pekerjaan baru, ada 3 pertimbangan yang bisa Anda pakai untuk membimbing Anda:

1.  What Should I Learn?

Memahami tujuan organisasi, bukan hanya tentang apa yang dilakukan perusahaan, tetapi juga bagaimana perusahaan mengambil keputusan dan bisa membuat bangga karyawannya. Pelajari bagaimana organisasi beroperasi. Hal ini sangat berpengaruh kepada kinerja kita nantinya, seperti mengetahui kekuatan tim perusahaan, kualitas SDM nya, bagaimana cara mereka berkomunikasi dan masalah etika. Untuk masalah etika, tidak ada standard mutlak apa yang terbaik dalam budaya organisasi. Tujuan yang berbeda dan struktur organisasi menentukan sisi menarik dari perusahaan tidak sama. Yang terpenting, dengan mengetahui  budaya organisasi, kita menjadi tahu apa yang dibutuhkan perusahaan dari kemampuan kita.

2. How Should I Learn?

Baca semua hal yang bisa Anda temukan tentang lembaga tersebut, sebaiknya Anda menyertakan sisi kritis ketika membacanya. Lembaga memiliki visi formal, yang sering disebut sebagai topik budaya perusahaan. Saat fase wawancara, sebenarnya Anda mempunyai peluang untuk mengetahui budaya orang-orang dalam berorganisasi. Namun hal itu belum bisa menjadi tolak ukur, karena pengalaman bekerja tiap-tiap orang berbeda, dan mempengaruhi tindak tanduknya.

3. When Should I Learn?

Sulit untuk belajar tentang budaya perusahaan pada tahap awal pencarian Anda. Tapi kesan pada saat Anda wawancara bisa menjadi awal pengenalan organisasi baru tersebut. Budaya kerja merupakan masa depan perusahaan itu sendiri, sehingga Anda mempunyai tugas belajar lebih cepat untuk mengetahui tentang organisasi, apa saja perspektif atau acuan atasan Anda dan cari tahu cara agar dapat berhasil di sana. Seharusnya budaya ini dapat menjadi pencerahan  yang positif bagi sinergi perusahaan. Sekarang, apakah budaya berperan besar untuk pencarian pekerjaan Anda? Cari tahu sebelum Anda membuat keputusan.

Semoga bermanfaat dan salam sukses untuk rekan-rekan sekalian!

Tim LoKerNesia